Penelitian ini menganalisis secara mendalam mengenai seberapa besar pengaruh variabel moneter seperti Suku Bunga Bl (Bl Rate), Jumlah Uang Beredar (JUB), dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terhadap tingkat inflasi di Indonesia Data yang digunakan merupakan data time series dari tahun 2019-2024, yang dikumpulkan dari sumber-sumber resmi seperti Badan Pusat Statistik (BPS) Bank Indonesia (BI), dan Investing.com. Isu inflasi adalah tantangan ekonomi makro yang berkelanjutan di mana kenaikan harga berpotensi memicu ketidakpastian. Analisis regresi linear berganda di lakukan melalui uji statistik menggunakan perangkat lunak SPSS versi 27. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ketiga variabel tersebut secara simultan memiliki peran signifikan terhadap fluktuasi inflasi. Saat dianalisis parsial, hanya Suku Bunga dan IHSG yang terbukti berpengaruh nyata Suku Bunga menunjukkan pengaruh negatif dan signifikan mengisyaratkan bahwa kenaikan suku bunga merupakan langkah kebijakan efektif dalam meredam permintaan agregat. Sebaliknya, IHSG memiliki pengaruh positif dan signifikan yang didukung oleh prinsip wealth effect yang mendorong peningkatan konsumsi. Jumlah Uang Beredar tidak signifikan, karena sebagi an besar dana masyarakat lebih diarahkan ke produk-produk moneter dibandingkan mengalir ke transaksi riil. Berdasarkan data dan pengujian yang dilakukan, hasil ini memberikan konfirmasi penting tentang peran IHSG sebagai salah satu faktor pendorong inflasi. Ketiga variabel independen mampu menjelaskan perubahan inflasi sebesar 19%.
Copyrights © 2025