Teh merupakan salah satu tanaman perkebunan bernilai ekonomis dengan umur produktif yang sangat dipengaruhi oleh teknik budidaya. Pengelolaan pemeliharaan berperan penting dalam mempertahankan dan meningkatkan produksi pucuk teh. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengelolaan pemangkasan untuk peningkatan produksi teh di kebun Pagilaran. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa tanaman teh pada blok yang diamati telah memenuhi beberapa syarat dasar pemangkasan, seperti tinggi tanaman (112.63 cm) dan penurunan produktivitas (persentase pucuk burung 62%-80%). Umur pangkas kedua blok pengamatan belum mencapai standar (48 bulan), tetapi sudah mendekati (44-46 bulan). Tinggi pangkasan tanaman teh belum sesuai dengan standar kebun (40-45 cm). Kerusakan cabang yang terjadi berkisar 10%-14%. Berdasarkan uji t-student, lama kerja dan usia pemangkas berpengaruh nyata terhadap keterampilan tenaga pangkas. Pengawasan lebih lanjut dari pembimbing (mandor) sangat diperlukan untuk menghindari timbulnya kesalahan di lapangan. Luas areal pangkas yang dilakukan pada tahun 2019 melebihi luas areal yang disarankan, yaitu 25%. Tenaga pangkas yang digunakan telah memenuhi jumlah pemangkas standar dan kapasitas pemangkas sudah mencapai target yang ditetapkan. Pertumbuhan tunas sangat penting diperhatikan untuk menghitung gilir petik. Laju pertumbuhan tunas paling cepat terjadi pada cabang kecil dengan jenis bahan tanam KIARA. Tanaman yang berasal dari biji/seedling mengalami laju pertumbuhan paling lambat dibandingkan jenis bahan tanam lainnya. Kata kunci: kerusakan cabang, klon, laju pertumbuhan, pemangkasan, pucuk burung
Copyrights © 2025