Anggrek Dendrobium section Spatulata hasil hibridisasi yang baru dikembangkan di Indonesia adalah Dendrobium violaceoflavens x Dendrobium canaliculatum. Perbanyakan melalui kultur jaringan dapat menjadi salah satu alternatif perbanyakannya, namun metode ini memiliki fase aklimatisasi yang sangat rentan dan sering kali menyebabkan tingkat kematian di atas 50% jika kondisi lingkungan tidak optimal. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh silika dan media tanam pada pertumbuhan Dendrobium violaceoflavens x Dendrobium canaliculatum pada masa aklimatisasi. Unsur silika dipilih karena dapat meningkatkan ketahanan terhadap cekaman pada tanaman. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Petak Terbagi (RPT) dua faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi silika (SiO2) dengan empat taraf konsentrasi; 0 g L-1, 0.01 g L-1, 0.02 g L-1 dan 0.03 g L-1. Faktor kedua yaitu perlakuan media tanam sebanyak tiga jenis; spaghnum moss, moss hitam dan sabut kelapa. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan konsentrasi silika tidak memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah daun, tinggi tanaman, kerapatan stomata, ketebalan epidermis dan persentase hidup. Sementara itu, perlakuan berbagai media tanam berpengaruh nyata pada jumlah daun, tinggi tanaman, kerapatan stomata, ketebalan epidermis dan persentase hidup. Media tanam terbaik adalah moss hitam dan sabut kelapa. Interaksi perlakuan konsentrasi silika dan media tanam pada peningkatan ketebalan epidermis dan berpengaruh nyata pada kerapatan stomata. Kata kunci: anggrek, epidermis, silika, stomata
Copyrights © 2025