Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi manfaat serta kendala dalam adopsi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui survei lapangan. Sebanyak 124 UMKM berpartisipasi dalam penelitian ini. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan analisis open coding, axial coding, dan thematic clustering terhadap jawaban responden. Temuan penelitian menunjukkan bahwa 45,97% UMKM telah mengadopsi QRIS dan merasakan manfaat seperti efisiensi transaksi, peningkatan keamanan pembayaran, kemudahan pencatatan keuangan, serta meningkatnya kenyamanan pelanggan. Sementara itu, 33,87% UMKM belum mengadopsi QRIS karena keterbatasan perangkat, minimnya literasi digital, kendala jaringan, dan rendahnya permintaan pelanggan. Hasil analisis menegaskan bahwa tingkat adopsi QRIS dipengaruhi oleh kombinasi faktor internal maupun eksternal, termasuk kemudahan penggunaan, manfaat yang dirasakan, kondisi lingkungan, dan persepsi keamanan. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris dalam memahami dinamika adopsi QRIS pada UMKM serta merekomendasikan perlunya peningkatan literasi digital dan dukungan teknis bagi pelaku usaha.
Copyrights © 2025