Tingginya tingkat turnover intention karyawan menjadi perhatian penting bagi perusahaan karena dapat mengganggu kelancaran operasional, menurunkan produktivitas, dan menyebabkan hilangnya tenaga kerja yang memiliki kompetensi tinggi. Hal ini menjadi krusial terutama di era persaingan bisnis yang semakin kompetitif, di mana perusahaan membutuhkan karyawan yang stabil dan kompeten untuk mencapai target organisasi. Permasalahan mendasar dalam penelitian ini adalah adanya kecenderungan turnover intention yang berpotensi menimbulkan dampak serius bagi perusahaan. Situasi ini menjadi semakin krusial apabila karyawan yang memutuskan untuk keluar merupakan tenaga kerja yang memiliki kompetensi tinggi. Kondisi tersebut dapat menghambat pencapaian tujuan perusahaan sekaligus menyebabkan hilangnya waktu serta peluang yang seharusnya dapat dimanfaatkan untuk mencapai target organisasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh lingkungan kerja dan stres kerja terhadap turnover intention, dengan kepuasan kerja ditempatkan sebagai variabel mediasi. Penelitian dilaksanakan di CV Berkah Surya Abadi Kendal menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode sensus (sampel jenuh) yang melibatkan 113 responden. Selanjutnya, data yang terkumpul diuji dengan menggunakan perangkat lunak SEM AMOS versi 29 untuk menguji validitas, reliabilitas, asumsi SEM, kesesuaian model, dan pengujian hipotesis. Temuan penelitian menunjukkan beberapa hal penting. Pertama, lingkungan kerja terbukti berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja. Kedua, stres kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja. Ketiga, kepuasan kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap turnover intention. Keempat, lingkungan kerja memiliki pengaruh signifikan terhadap turnover intention. Kelima, stres kerja juga berpengaruh signifikan terhadap turnover intention. Keenam, lingkungan kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap turnover intention melalui mediasi kepuasan kerja. Ketujuh, stres kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap turnover intention dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi.
Copyrights © 2025