ABSTRAK, Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pembelajaran membaca kritis yang diterapkan oleh guru dalam menghadapi tantangan informasi palsu dan disinformasi di era digital. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap guru dan siswa di jenjang SMP dan SMA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan berbagai strategi seperti analisis teks berita, diskusi kelompok, pemanfaatan alat verifikasi digital, serta pembelajaran berbasis masalah dan proyek. Strategi-strategi ini terbukti mampu meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami, mengevaluasi, dan memverifikasi informasi. Namun, beberapa kendala seperti rendahnya kemampuan literasi dasar, keterbatasan akses teknologi, serta kurangnya dukungan kebijakan masih menjadi tantangan dalam implementasinya. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara sekolah, guru, dan pembuat kebijakan untuk memperkuat pembelajaran literasi kritis sebagai bagian integral dari kurikulum pendidikan abad 21. Kata Kunci: Membaca kritis, disinformasi, strategi pembelajaran, literasi digital
Copyrights © 2025