Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi aparatur, sistem pengendalian internal, serta kepatuhan regulasi terhadap efektivitas penatausahaan Barang Milik Daerah (BMD) pada Pemerintah Daerah Kabupaten Teluk Bintuni, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian dilakukan di Kabupaten Teluk Bintuni dengan pendekatan kuantitatif. Data primer diperoleh melalui kuesioner berbasis Google Form kepada 65 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, sedangkan data sekunder berasal dari dokumen resmi dan literatur terkait. Instrumen penelitian berupa angket berskala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan regresi linear berganda menggunakan perangkat lunak SPSS, serta didahului uji asumsi klasik (normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kompetensi aparatur berpengaruh signifikan terhadap efektivitas penatausahaan BMD; (2) sistem pengendalian internal tidak berpengaruh signifikan terhadap efektivitas penatausahaan BMD; (3) kepatuhan regulasi berpengaruh signifikan terhadap efektivitas penatausahaan BMD; dan (4) secara simultan ketiga variabel independen tersebut berpengaruh signifikan terhadap efektivitas penatausahaan BMD. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kompetensi aparatur dan kepatuhan terhadap regulasi menjadi faktor kunci dalam mewujudkan tata kelola aset daerah yang tertib, akuntabel, dan efisien, sementara efektivitas sistem pengendalian internal perlu ditingkatkan melalui perbaikan komunikasi dan pencatatan aset.
Copyrights © 2025