Indonesia memasuki era Revolusi Industri 4.0 dengan pesatnya perkembangan ekonomi digital, terutama melalui e-commerce yang menjadi pilar utama. Industri fashion berperan besar dalam pertumbuhan ini. Perubahan perilaku konsumen dipengaruhi oleh FOMO (fear of missing out), harga psikologis, dan bukti sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh FOMO, harga psikologis, dan bukti sosial terhadap keputusan pembelian produk fashion pada marketplace (Lazada dan Shopee), serta menentukan variabel yang paling dominan dalam mempengaruhi keputusan pembelian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data primer dari kuesioner yang disebarkan secara online dan offline kepada 267 responden; penentuan jumlah sampel menggunakan teknik sampling accidental. Data dianalisis dengan regresi linier berganda melalui perangkat lunak SPSS, disertai uji validitas, reliabilitas, normalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas. Hasil penelitian berdasarkan uji parsial (uji-t) menunjukkan bahwa FOMO tidak berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian, sedangkan harga psikologis dan bukti sosial memiliki pengaruh positif serta signifikan. Di antara ketiga variabel tersebut, bukti sosial memiliki pengaruh terbesar terhadap keputusan pembelian, diikuti oleh harga psikologis. Uji simultan (F-test) menegaskan bahwa ketiga variabel secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Penelitian ini penting karena membantu pelaku marketplace dan pemasar fashion merumuskan strategi pemasaran berbasis bukti sosial dan harga psikologis. Temuan ini penting untuk strategi pemasaran digital praktis.
Copyrights © 2026