Ancaman senjata pemusnah massal berbasis Chemical, Biological, dan Radiological (CBR) telah menjadi isu strategis global yang memengaruhi kebijakan pertahanan dan perlindungan infrastruktur vital. Dalam menghadapi kemungkinan serangan CBR, diperlukan suatu sistem perlindungan pasif yang efektif, khususnya dalam bentuk struktur bangunan yang mampu menahan dan meminimalkan dampak dari infiltrasi agen berbahaya tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan konsepsi struktur bangunan tahan CBR yang mengintegrasikan aspek arsitektural, sistem ventilasi dan filtrasi, material bangunan, serta teknologi deteksi dan dekontaminasi. Pendekatan dilakukan melalui studi literatur standar internasional (NATO ATP-45, WHO Guidelines, FM 3-11), simulasi konseptual desain shelter, dan studi kasus penerapan pada fasilitas militer dan rumah sakit lapangan. Hasilnya menunjukkan bahwa struktur bangunan tahan CBR harus memenuhi prinsip desain berlapis (zoning), sistem udara tertutup dengan tekanan positif, material anti-kontaminasi, serta sistem dekontaminasi aktif. Simulasi skematik dan alur operasional shelter CBR menunjukkan efektivitas perlindungan jika dirancang dengan benar. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa konsepsi struktur bangunan tahan CBR sangat penting untuk dikembangkan di Indonesia, terutama pada fasilitas strategis. Diperlukan dukungan kebijakan, regulasi teknis, serta pelatihan operasional untuk mewujudkan bangunan yang adaptif terhadap ancaman non-konvensional masa depan.
Copyrights © 2026