Penelitian ini menelusuri potensi dan kendala pengembangan souvenir berbasis komunitas di Situs Warisan Dunia Sangiran. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif melalui focus group discussion, observasi partisipatif, serta wawancara dengan perajin lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sangiran memiliki potensi yang kuat untuk pengembangan souvenir berbasis warisan budaya, yang didukung oleh nilai paleoantropologis, ketersediaan material lokal, serta tradisi keterampilan masyarakat. Potensi tersebut tercermin dalam pengembangan souvenir berbahan batuan, tekstil etnografis, kerajinan bambu, dan produk pangan tradisional. Namun demikian, pengembangan souvenir masih menghadapi berbagai kendala, antara lain keterbatasan modal, rendahnya kapasitas teknis dan desain, pembatasan regulasi terhadap pengambilan material, lemahnya akses pasar, serta minimnya kolaborasi antara masyarakat dan institusi pengelola warisan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun praktik awal produksi kreatif berbasis warisan telah ada, diperlukan penguatan kapasitas yang terkoordinasi serta dukungan institusional yang lebih kuat agar nilai ekonomi dan budaya yang terkandung dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Copyrights © 2025