Sebagai bagian penting dari kajian administrasi dan kebijakan publik, gagasan demokrasi telah mendorong perubahan paradigmatik dalam pelayanan publik secara luas. Hal ini berimplikasi pada pergeseran dominasi paradigma New Public Management menjadi New Public Service yang menempatkan pendekatan berbasis kewargaan sebagai unsur utama dalam pelayanan publik berbasis teknologi, terutama di sektor tata kelola sumber daya manusia aparatur. Menggunakan teori citizen-centric approach, penelitian ini menggali data kualitatif berbasis studi pustaka dan observasi partisipatoris untuk menemukan praktik empiris transformasi pelayanan publik yang dijalankan oleh Badan Kepegawaian Negara melalui inovasi aplikasi SIASN (Sistem Informasi Aparatur Sipil Negara). Hasil penelitian ini menemukan praktik optimis dalam implementasi kebijakan tata kelola sumber daya manusia aparatur berbasis SIASN yang relevan dengan nilai keterbukaan (opennes), transparansi (transparency), partisipasi (participation), dan responsif (responsiveness) sebagai nilai dasar pelayanan publik berbasis kewargaan dan demokrasi. Penekanan empiris pada nilai tersebut, menunjukkan substansi penting perspektif bottom-up dalam mengkonstruksi kebijakan pelayanan publik secara komprehensif.
Copyrights © 2026