Penurunan produksi pada lapangan migas tua merupakan tantangan utama yang dihadapi industri hulu, termasuk Lapangan JN milik PT. XYZ yang mengalami penurunan tekanan reservoir. Salah satu strategi optimasi yang diterapkan adalah program instalasi Electical Submersible Pump (ESP) Upsizing, yaitu peningkatan kapasitas pompa untuk meningkatkan laju produksi. Namun, pemilihan sumur kandidat kerap tidak efisien akibat keterbatasan pendekatan sistematis, variasi kondisi teknis sumur, dan kendala operasional di lapangan. Penelitian ini mengembangkan model pengambilan keputusan berbasis data melalui integrase metode Analisis Cluster dan analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan prioritas sumur kandidat ESP Upsizing secara objektif dan terukur. Sebanyak 24 sumur dianalisis menggunakan metode K-Means berdasarkan parameter teknis seperti Qmax, GOR, SBHP, FBHP, PI, dan BS&W untuk membentuk segmen sumur dengan karakteristik serupa. Selanjutnya, lima kriteria operasional utama, yakni target produksi, akses rig, cuaca, keamanan, dan operational cost dievaluasi melalui AHP untuk menentukan tingkat prioritas tiap sumur. Integrasi kedua metode ini menghasilkan pemetaan kandidat yang lebih terstruktur serta rekomendasi urutan pengerjaan yang mendukung efisiensi dan efektifitas intervensi sumur. Pendekatan ini tidak hanya relevan bagi Lapangan JN, tetapi juga dapat diadaptasi untuk proyek optimasi produksi pada lapangan migas lain dengan karakteristik serupa.
Copyrights © 2026