Bisnis peternakan ayam petelur memiliki potensi dan inovasi yang cukup besar untuk berkembang dengan nilai tambah produk berupa telur organik. Telur merupakan salah satu sumber protein hewani yang memiliki nilai biologi lengkap, kandungan asam lemak tidak jenuh, vitamin, mineral dengan kandungan antioksidan dan juga dikonsumsi secara luas di seluruh penjuru dunia (Mesas et al., 2022). Hal ini didasarkan pada permintaan yang terus meningkat dan berbanding lurus dengan peningkatan populasi di Indonesia. Bisnis plan ini menganalisa potensi dan kelayakan berdasar pada metode Timmons models, analisis SWOT, Design Thinking dan Business Model Canvass. Selain itu dianalisa pula aspek keuangan, pemasaran, sumber daya dan operasional yang mendukung pada proses pengembangan bisnis ayam petelur ini. Rencana bisnis ini dipertimbangkan berdasarkan pada perhitungan Payback Period, Net Present Value, Analisa R/C Ratio, dan Internal Rate of Return. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa nilai NPV positif sebesar Rp 4.014.666.941, IRR 42%, R/C Ratio 1,43 dan waktu pengembalian investasi selama ± 8 bulan. Berdasarkan hasil analisa maka dapat disimpulkan bahwa perencanaan bisnis ayam petelur ini layak untuk dijalankan dan memiliki potensi yang tinggi untuk tumbuh dan berkembang.
Copyrights © 2026