Peningkatan efisiensi pengolahan gambir (Uncaria gambir) merupakan tantangan krusial bagi Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Indonesia, yang berfokus pada transisi dari metode tradisional menuju mekanisasi. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan performa dua teknologi pengepresan utama, yaitu Pengepres Hidrolik yang mengaplikasikan tekanan statis dan suhu rendah, serta Pengepres Ulir yang mengandalkan tekanan dinamis dan gesekan termal. Metode pengujian meliputi analisis rendemen gravimetri dan penentuan kadar katekin menggunakan Pres ulirektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan adanya trade-off yang signifikan antara kuantitas (rendemen) dan kualitas (kadar katekin) produk akhir. Pengepres Ulir memiliki keunggulan dalam kecepatan pemrosesan dan througpres hidrolikut harian, dengan potensi rendemen total yang lebih tinggi (6,47% pada data terajang), menjadikannya ideal untuk produksi volume besar komoditas. Sebaliknya, Pengepres Hidrolik, beroperasi pada suhu rendah (cold press), menunjukkan superioritas dalam menjaga stabilitas biokimia, yang diprediksi menghasilkan kadar katekin yang lebih tinggi dan lebih murni, menjadikannya pilihan strategis untuk hilirisasi produk premium dan farmasi. Meskipun demikian, kedua teknologi tersebut mampu melampaui efisiensi metode tradisional dan memenuhi persyaratan minimum kadar katekin Standar Nasional Indonesia (SNI) Mutu I.
Copyrights © 2025