Dalam era abad ke-21 yang dinamis, negara-negara di seluruh dunia berinteraksi secara aktif untuk menanggapi perubahan yang terjadi. Universitas juga ikut dalam dinamika ini. Sebagai pusat pengetahuan, universitas memiliki peran yang semakin besar dalam pengaruh terhadap negara dan masyarakat lokal, serta mendapat tuntutan baru untuk menghadapi perubahan tersebut. Salah satu strategi yang diadopsi adalah menerapkan konsep Green Campus. Green Campus adalah konsep yang menggabungkan prinsip-prinsip keberlanjutan ke dalam pengelolaan kampus. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana konsep Green Campus diterapkan di beberapa negara, sekaligus menarik garis lurus dari tantangan dalam penerapannya secara berkelanjutan di berbagai negara. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan menggunakan Scoping Review yang didukung oleh aplikasi Publish or Perish dalam mencari literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan yang paling sering muncul adalah terkait pendanaan. Selain itu kurangnya pengetahun akan keberlanjutan oleh komunitas kampus dan kurangnya dukungan birokrasi dan manajemen kampus menjadi faktor penting dalam kelancaran Green Campus. Studi ini mengisi celah penelitian sebelumnya yang belum membahas terkait tantangan yang sama-sama dihadapi oleh negara-negara yang telah menerapkan Green Campus. Penelitian ini berimplikasi bahwa Pemerintah perlu menerapkan kebijakan yang membantu pembiayaan kampus yang akan atau sedang menerapkan Green Campus.
Copyrights © 2025