Perkembangan pasar real estate global menunjukkan bahwa keberlanjutan semakin diakui sebagai komponen penting dalam pembentukan nilai properti, seiring dengan munculnya fenomena green premium, penguatan pembiayaan hijau, dan meningkatnya permintaan investor institusional berbasis ESG. Di sisi lain, Indonesia sedang mendorong modernisasi sistem penilaian properti melalui pengembangan Sistem Informasi Penilaian Nasional (SIPN) yang berpotensi menjadi platform integrasi data fisik dan teknis bangunan, termasuk aspek keberlanjutan. Namun demikian, praktik valuasi properti di Indonesia masih didominasi pendekatan tradisional dan belum memasukkan dimensi keberlanjutan secara terstruktur. Penelitian ini menggunakan metode scoping review terhadap studi empiris, laporan pasar, dan standar teknis bangunan hijau untuk mengkaji relevansi keberlanjutan dalam penilaian properti dan potensi integrasinya ke dalam SIPN. Hasil analisis menunjukkan bahwa keberlanjutan terkait dengan nilai aset melalui dua mekanisme utama, yaitu peningkatan nilai pada properti berperforma lingkungan baik (green premium) dan penurunan nilai pada properti yang tidak memenuhi standar (brown discount), serta berimplikasi pada akses pembiayaan dan risiko investasi. Meskipun ekosistem Indonesia menunjukkan kesiapan awal, tantangan masih terdapat pada aspek standardisasi data, infrastruktur valuasi, dan harmonisasi regulasi. Penelitian ini menawarkan kerangka konseptual untuk mendukung transisi menuju penilaian properti yang lebih responsif terhadap keberlanjutan serta memberikan arah kebijakan bagi integrasi bertahap aspek keberlanjutan dalam SIPN sebagai bagian dari transformasi valuasi aset nasional.
Copyrights © 2025