Permasalahan sampah organik di Kabupaten Sukabumi mendorong lahirnya inovasi pengelolaan berbasis masyarakat, salah satunya melalui Bank Sampah IPPEC yang mengembangkan budidaya Maggot (larva Black Soldier Fly). Namun, keterbatasan sarana produksi, pencatatan keuangan manual, dan strategi pemasaran konvensional menyebabkan kapasitas dan daya saing produk rendah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan mengoptimalkan produksi Maggot melalui transfer teknologi tepat guna, digitalisasi manajemen dan penguatan pemasaran digital. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research dengan tahapan analisis situasi, pengadaan mesin pencacah, sangrai, pur, pembangunan instalasi air bersih, pelatihan aplikasi IPPEKas serta pendampingan strategi branding dan promosi digital. Evaluasi dilakukan melalui pra–post test, wawancara dan monitoring. Hasil menunjukkan peningkatan produksi hingga 50% dalam tiga bulan, efisiensi pencatatan keuangan naik 86% serta penjualan meningkat 30%. Simpulan kegiatan menegaskan bahwa integrasi teknologi, manajemen dan pemasaran digital efektif memperkuat kapasitas mitra dan berpotensi direplikasi pada UMKM lain. Rekomendasi diarahkan pada diversifikasi produk, pemeliharaan mesin, perluasan jaringan pemasaran serta integrasi teknologi IoT dan kecerdasan buatan untuk keberlanjutan usaha
Copyrights © 2025