Salah satu sumber utama usaha masyarakat Desa Bulu Mario adalah pertanian kopi karena topografinya yang dingin dan terdiri dari gunung dan perbukitan. Namun disisi lain terdapat permasalahan yang kompleks pada lahan kopi masyarakat karena pertaniannya masih tradisional yang mengakibatkan tanaman kopi tidak berproduksi sesuai target yang diharapkan. Selain itu alih fungsi lahan turut merugikan keberlanjutan ekosistem lahan pertanian dan mengancam keberadaan hutan. Oleh karena itu SRI sebagai lembaga konservasi hutan mengadakan sekolah lapang agroforestri berbasis kopi yang bertujuan untuk memberikan pelatihan pengelolaan lahan secara agroforestri kepada petani desa Bulu Mario. Berdasarkan hal tersebut maka tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pelaksanaan dan menganilisis tingkat penerapan materi sekolah lapang agroforestri tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed method dengan teknik pengambilan responden secara sensus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, wawancara terstruktur, studi literature, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 66% pelaksanaan sekolah lapang agroforestry tidak sesuai dengan panduan. Selanjutnya tingkat penerapan materi Sekolah Lapang Agroforestri Berbasis Kopi termasuk dalam kategori sedang dengan skor 1920. Dimana materi SL Agroforestri Berbasis Kopi yang berkaitan dengan pengendalian HPT dan pembuatan pestisida nabati adalah yang paling rendah tingkat penerapannya. Rendahnya tingkat penerapan tersebut disebabkan karena tingkat kehadiran peserta yang juga rendah. Oleh karena itu disarankan agar peserta mengikuti seluruh proses pembelajaran dalam kegiatan SL. Selain itu pemateri dalam kegiatan SL perlu mempersiapkan materi sesuai dengan kebutuhan peserta.
Copyrights © 2025