Transformasi Transmigrasi menghadapi kendala fragmentasi kelembagaan ekonomi dan ketiadaan hub koordinasi di tingkat tapak kawasan. Kerja kelembagaan secara parsial dan keterbatasan sumber daya manusia (SDM) menghambat sinergi multisektor dan pencapaian skala ekonomi komoditas unggulan. Tulisan ini merekomendasikan kebijakan tatakelola kelembagaan yang terfokus untuk mengakselerasi pembangunan kawasan transmigrasi. Solusi kunci yang diusulkan adalah pembentukan lembaga ekonomi kawasan (single hub) yang digerakkan wirausaha sosial (social entrepreneur) dan pendamping professional dalam ekosistem kolaborasi multipihak (Pentahelix). Strategi ini akan mengefisiensi rantai nilai dan mentransformasi kawasan transmigrasi menjadi pusat ekonomi baru yang terintegrasi dalam rantai pasok industri, inklusif bagi petani kecil dan pemuda, serta berkelanjutan melalui pengelolaan sumber daya berbasis nilai tambah.
Copyrights © 2025