Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan dan pengaruh nilai budaya Sipakatau, Sipakalebbi, Sipakainge terhadap kepatuhan wajib pajak PBB-P2 di Kabupaten Sidenreng Rappang. Metode yang digunakan mixed methods dengan pendekatan exploratory sequential yang dimulai dari tahap kualitatif menggunakan pendekatan etnografi dan hasil kualitatif digunakan untuk merumuskan indikator yang akan digunakan untuk menyusun dan mengembangkan instrumen penelitian serta kuantitatif menggunakan kuantitatif dekriptif eksplanasi untuk menjelaskan hubungan dan pengaruh antara variabel penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi dan pembagian kuesioner. Teknik penentuan sampel menggunakan metode proportional cluster random sampling. Analisis data kualitatif menggunakan model Spradley yang terdiri dari empat tahap yaitu analisis domain, taksonomi, komponensial dan tema budaya. Analisis data kuantitatif menggunakan regresi linear berganda. Hasil kualitatif maupun kuantitatif konsisten menunjukkan bahwa internalisasi nilai 3S (Sipakatau, Sipakalebbi, Sipakainge) memiliki peran penting dalam meningkatkan kepatuhan wajib pajak PBB-P2 di Kabupaten Sidenreng Rappang. Sipakainge menjadi variabel paling dominan, diikuti oleh Sipakatau dan Sipakalebbi. Ketiganya membentuk kerangka nilai yang utuh, Sipakatau membangun sikap untuk saling menghormati, Sipakalebbi menumbuhkan motivasi untuk saling menghargai, dan Sipakainge menjaga kepatuhan melalui sikap saling mengingatkan sebagai kontrol sosial. Pengaruh yang diberikan ketiga variabel ini sebesar 87.6% terhadap variasi kepatuhan wajib pajak PBB-P2 di Kabupaten Sidenreng Rappang.
Copyrights © 2025