Artikel ini membahas strategi dan implementasi program rehabilitasi sosial bagi lansia terlantar yang dilaksanakan oleh Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo. Indonesia, termasuk Sidoarjo, mengalami penuaan penduduk yang cepat. Data BPS menunjukkan proporsi lansia (>60 tahun) naik menjadi 10,26% pada tahun 2020, dengan banyak kasus akibat urbanisasi dan perubahan struktur keluarga. Penelitian ini menggambarkan solusi konkret melalui program Dinas Sosial, membantu pencegahan masalah sosial seperti kemiskinan lansia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pendekatan ini dipilih untuk memahami secara mendalam strategi dan implementasi program rehabilitasi sosial bagi lansia terlantar yang dilaksanakan oleh Dinas Sosial Sidoarjo, serta faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan maupun hambatan dalam pelaksanaannya. Untuk mendapatkan data, peneliti menggunakan beberapa metode yang sesuai dengan jenis penelitian kualitatif, seperti studi pustaka dan dokumentasi, observasi, dan wawancara untuk mengeksplorasi berbagai tantangan dan upaya pemberdayaan yang dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lansia terlantar mengalami masalah fisik, psikis, sosial, dan ekonomi yang kompleks. Meskipun pemerintah telah menjalankan berbagai program, masih terdapat kendala dalam koordinasi dan kesadaran masyarakat. Artikel ini mengusulkan perlunya kolaborasi yang lebih baik antar pemangku kepentingan dan peningkatan kesadaran masyarakat untuk mengoptimalkan program rehabilitasi sosial.
Copyrights © 2025