AbstractAnalysis of Poetry Themed Guru Sekumpul by Guru Abdul Hakim and Guru Akhmad Syairazi: Heuristics and Hermeneutics. This research aims to describe the results of heuristic and hermeneutic reading of the poem on the theme Guru Sekumpul by Guru Abdul Hakim and Guru Akhmad Syairazi. The method used in this research is a qualitative method with a Riffaterre semiotic approach. The data for this research is a collection of poems on the theme Guru Sekumpul by Guru Abdul Hakim and Guru Akhmad Syairazi, namely those entitled 1) Ya Syaikhuna Ya Zaini; 2) Manaqib for Sekumpul Teachers; 3) Teachers, a group of beloved teachers; 4) Haul Guru Sekumpul; 5) Perfect Lover Soulmate Teacher. This research instrument is a human instrument. The poetry on the theme Guru Sekumpul by Guru Abdul Hakim and Akhmad Syairazi was analyzed descriptively qualitatively using Riffaterre's semiotic approach. The results of this research show that the heuristic reading of poetry written by Guru Abdul Hakim and Guru Abdul Akhmad Syairazi is read based on its linguistic structure. This means that certain lines of poetry are given by inserting affixes, synonyms, adding words, removing clitics, and changing the word order to clarify the meaning. Based on heuristic reading, overall, the five poems consisting of poems written by Guru Abdul Hakim and Guru Abdul Akhmad Syairazi contain praise, hopes and prayers for Guru Sekumpul. Based on the results of hermeneutic reading, the meaning of cultural symbols contained in these poems includes: (1) language; (2) objects; and (3) action. Hermeneutic reading of the poetry shows the community's respect and love for Guru Sekumpul.of reading techniques.Keywords: poetry, heuristics, hermeneuticsAbstrakAnalisis Syair Bertema Guru Sekumpul Karya Guru Abdul Hakim dan Guru Akhmad Syairazi: Heuristik dan Hermeneutik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil pembacaan heuristik dan hermeneutik pada syair bertema Guru Sekumpul karya Guru Abdul Hakim dan Guru Akhmad Syairazi. Metode yang digunakan pada penelitian ini ialah metode kualitatif dengan pendekatan semiotika Riffaterre. Data penelitian ini ialah kumpulan syair bertema Guru Sekumpul karya Guru Abdul Hakim dan Guru Akhmad Syairazi, yakni yang berjudul 1) Ya Syaikhuna Ya Zaini; 2) Manaqib untuk Guru Sekumpul; 3) Guru Sekumpul Guru Tercinta; 4) Haul Guru Sekumpul; 5) Guru Belahan Jiwa Kekasih yang Sempurna. Instrumen penelitian ini adalah human instrument. Syair bertema Guru Sekumpul karya Guru Abdul Hakim dan Akhmad Syairazi dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan semiotik Riffaterre. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembacaan heuristik pada syair karangan Guru Abdul Hakim dan Guru Abdul Akhmad Syairazi dibaca berdasarkan struktur kebahasaannya. Artinya, pada baris syair tertentu diberikan sisipan imbuhan, sinonim, penambahan kata, penghilangan klitik, dan pengubahan susunan kata untuk dapat memperjelas arti. Berdasarkan pembacaan heuristik, secara keseluruhan, lima buah syair yang terdiri dari syair karangan Guru Abdul Hakim dan Guru Abdul Akhmad Syairazi berisikan tentang pujian, harapan, dan doa terhadap Guru Sekumpul. Berdasarkan hasil pembacaan hermeneutik, makna simbol budaya yang terdapat dalam syair-syair tersebut meliputi: (1) bahasa; (2) benda; dan (3) tindakan. Pembacaan hermeneutik pada syair menunjukkan rasa hormat dan cinta masyarakat kepada Guru Sekumpul.Kata-kata kunci: syair, heuristik, hermeneutik
Copyrights © 2025