JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA
Vol 15, No 2 (2025): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)

EKOLOGI DALAM ANTOLOGI PUISI MERATUS NYANYIAN RINDU ANAK BANUA (ECOLOGY IN THE POETRY ANTHOLOGY OF “MERATUS NYANYIAN RINDU ANAK BANUA”)

Suganda, Ela (Unknown)



Article Info

Publish Date
31 Oct 2025

Abstract

AbstractEcology in the Poetry Anthology of “Meratus Nyanyian Rindu Anak Banua”. This research aims to describe humans and nature presented in poetry anthologies and the ethics of environmental behavior presented in the poetry anthology Meratus Nyanyian Rindu Anak Banua. This qualitative research type uses descriptive interpretive techniques and literary ecological theory. The data source in this study is text in the form of poems by female poets from the poetry anthology. Data collection was carried out using library techniques and writing techniques. The research results found that humans were the most highlighted thing featured in the 23 poems in the poetry anthology, namely humans as creatures who are responsible for the exploitation of the wealth and the natural destruction of the Meratus area. The nature and environment of the Meratus mountain region are the main theme expressed. From an ecological perspective, the female poets in this poetry anthology succeeded in raising important issues regarding the need for the role of humans as parties actively involved in preserving the environment and nature in the Meratus mountain area. The ethical principles of environmental behavior contained in the poetry anthology are maintaining harmony with nature, being responsible for the integrity of the biosphere, establishing equal relations, cosmic solidarity, caring, and simplicity.Keywords: ecology, literary ecology, environmental ethicsAbstrakEkologi dalam Antologi Puisi Meratus Nyanyian Rindu Anak Banua. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manusia dan alam yang ditampilkan dalam antologi puisi, serta mendeskripsikan etika perilaku lingkungan yang disampaikan dalam antologi puisi Meratus Nyanyian Rindu Anak Banua. Penelitian ini berjenis kualitatif dengan memakai teknik deskriptif interpretatif dan memakai teori ekologi sastra. Sumber data dalam pengkajian ini adalah teks berupa puisi-puisi karya penyair perempuan dari antologi puisi tersebut. Pengumpulan data dilaksanakan dengan teknik pustaka dan teknik tulis. Hasil penelitian menemukan manusia merupakan hal yang paling disorot yang ditampilkan dalam 23 puisi dalam antologi puisi tersebut, yaitu manusia sebagai makhluk yang bertanggung jawab dalam konteks pemanfaatan kekayaan dan kerusakan alam kawasan Meratus. Alam dan lingkungan kawasan pegunungan Meratus menjadi tema utama yang diungkapkan. Dalam perspektif ekologi para penyair perempuan dalam antologi puisi ini berhasil mengangkat isu penting mengenai perlunya peran manusia sebagai pihak yang aktif terlibat dalam memelihara kelestarian lingkungan dan alam di kawasan pegunungan Meratus. Prinsip etika perilaku lingkungan yang terdapat dalam antologi puisi tersebut, yaitu menjaga keselarasan dengan alam, bertanggung jawab terhadap keutuhan biosfer, menjalin relasi setara, solidaritas kosmis, kepedulian, dan kesederhanaan.Kata-kata kunci: ekologi, ekologi sastra, etika lingkungan

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

jbsp

Publisher

Subject

Arts Humanities Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA diterbitkan sejak 1 April 2011 oleh Program Studi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat (UNLAM) dengan Masyarakat Linguistik Indonesia (MLI) Cabang Universitas Lambung Mangkurat, ...