Perkembangan pembangunan yang cenderung pesat menyebabkan banyaknya alih fungsi lahan yang berganti menjadi bangunan gedung-gedung dan permukiman baru yang berakibat pada semakin berkurangnya area resapan air. Air hujan yang tidak dapat meresap secara langsung ke dalam tanah akan mengakibatkan genangan. Apabila genangan tersebut tidak di atasi akan memicu terjadinya banjir, sehingga di perlukannya daerah tangkapan hujan. Penelitian ini merupakan penelitian yang menyajikan data survey lapangan yang bertujuan merencanakan bangunan tangkapan air dan instalasi Implementasi Penerapan SistemĀ Instalasi Pemanen Air Hujan Di Kelurahan Tanah Enam Ratus Marelan Menggunakan metode Analisis frekuensi untuk mendapatkan hujan kala ulang dengan menentukan nilai hujan harian maksimum tahunan, yang kemudian dilakukan analisis Perhitungan hujan jam-jam anĀ menggunakan metode mononobe untuk menentukan berapa kapasitas tampungan air hujan pada bangunan instalasi tersebut. Luas daerah tangkapan air hujan yaitu 0,006 Ha dan intensitas curah hujan yaitu 60,329 maka di peroleh debit air hujan sebesar 0,0485 m3 /detik. Dari hasil analisa data dapat di rencanakan sistem pemanenan air hujan ditampung menggunakan reservoir
Copyrights © 2025