Desa Sei Silau Barat di Kecamatan Setia Janji, Kabupaten Asahan, memiliki potensi pertanian yang tinggi namun sering terdampak banjir saat musimhujan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis luas Daerah Aliran Sungai (DAS) yang menjadi catchment area pada Daerah Irigasi Sei Silau Barat, menentukan distribusi hujan yang paling sesuai melalui uji statistik Chi-Kuadrat dan Smirnov-Kolmogorov, menghitung debit puncak (Qp) pada kala ulang 2, 5, 10, 25, 50, dan 100 tahun, serta menetapkan SNI yang relevan untuk penentuan Qp. Data curah hujan harian diperoleh dari satelit NASA Giovanni, kemudian dianalisis menggunakan distribusi Normal, Log Normal, Gumbel, dan Log Pearson III, dengan hasil uji menunjukkan bahwa distribusi Log Pearson III paling sesuai. Analisis topografi DAS menggunakan data Digital Elevation Model (DEM) menunjukkan kemiringan lahan dominan 0–15%, yang cocok untuk pemukiman dan pertanian. Perhitungan debit puncak dengan metode Hidrograf Satuan Sintetik (HSS) Nakayasu menghasilkan nilai Qp yang meningkat seiring bertambahnya kala ulang, dengan Qp kala ulang 25 tahun sebesar 31,86 m³/s sesuai SNI 03-2415-2002 untuk perencanaan daerah irigasi. Hasil ini dapat menjadi acuan dalam perencanaan ulang saluran pembuang, tanggul, dan strategi pengendalian banjir di Sei Silau Barat.
Copyrights © 2025