Perubahan iklim menjadi isu lingkungan hidup yang telah menjadi fokus pemerintahan di dunia sejak awal tahun 2000an, termasuk di Indonesia. Tanggung jawab negara sebagai derivasi dari etika lingkungan menavigasi tindakan pemerintah untuk fokus terhadap penanggulangan perubahan iklim. Transisi kepemimpinan menjadi sebuah polemik mengenai komitmen pemerintah dalam penanggulangan perubahan iklim, hal ini untuk membaca proyeksi para calon pemimpin Indonesia dalam memandang dan meminimalisir risiko-risiko perubahan iklim. Penelitian ini didasari pada sebuah research question mengenai bagaimana masing-masing calon presiden dan calon wakil presiden memproyeksikan rencana penanggulangan perubahan iklim. Penelitian ini disusun menggunakan metode penelitian yuridis normatif disertai dengan pendekatan kebijakan dan pendekatan konseptual. Penelitian ini sejatinya ditunjukkan untuk memetakan proyeksi kebijakan para calon presiden dan calon wakil presiden dalam menghadapi perubahan iklim yang menjadi isu lingkungan multidimensi. Penelitian ini menavigasi pada sebuah kesimpulan bahwa masing-masing pasangan calon memiliki trajektori kebijakan yang beragam yang dikategorisasi sebagai pasangan calon yang ambisius, kontinuitas, dan gray area.
Copyrights © 2025