Tingginya kasus stunting di Desa Sidorejo mendorong dilakukannya program pengabdian masyarakat yang berfokus pada edukasi gizi dan pelatihan pembuatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal, yaitu pisang Barongko. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman orang tua tentang pencegahan stunting pada 1000 Hari Pertama Kehidupan. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara, pengukuran status gizi, edukasi interaktif, dan praktik pembuatan serta distribusi PMT. Hasil menunjukkan peningkatan kesadaran dan perubahan positif dalam praktik pemberian makan, meskipun secara statistik tidak signifikan (p = 0,120). Namun, stunting tetap terjadi karena faktor non-gizi seperti pola asuh dan rendahnya partisipasi posyandu. Temuan ini menekankan pentingnya pendekatan holistik yang melibatkan keluarga, layanan kesehatan, dan kebijakan adaptif berbasis budaya untuk menurunkan stunting secara efektif.
Copyrights © 2025