Produk anyaman berbahan bambu mendukung business to business memiliki nilai sosial dan ekonomis di Desa Sidetapa, Kabupaten Buleleng, Bali. Namun, persaingan produk dan pemasaran membuat problem di pengrajin bambu seperti aset dan omzet tidak mengalami pertumbuhan. Dengan mempertimbangkan problem mitra, berdasarkan analisis situasi, tujuan kegiatan pengabdian ini untuk memberikan solusi dan implementasi aspek manajemen seperti manajemen produksi, keuangan, dan pemasaran untuk keberlanjutan pengrajin bambu di Desa Sidetapa. Output kegiatan yang ditargetkan adalah peningkatan level keberdayaan dari aspek produksi, keuangan, dan pemasaran. Metode yang digunakan adalah pre-test, sosialisasi dan penyuluhan, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Hasil pengabdian menunjukkan perubahan positif sikap, pengetahuan dan perilaku mitra dalam mengelola usaha anyaman bambu. Mira menunjukkan adanya kenaikan tingkat keberdayaan produksi, mampu menggunakan teknologi mesin listrik untuk efektivitas usaha. Mitra menunjukkan adanya kenaikan tingkat keberdayaan pemasaran dengan kemampuan mendesain produk yang berfungsi untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan business to business, membangun hubungan yang terkait dengan distribusi hasil usaha, dan menggunakan perangkat teknologi (HP) untuk memasarkan produk di media sosial seperti Facebook (FB). Mira menunjukkan adanya kenaikan tingkat keberdayaan manajemen usaha dan tata kelola keuangan, membedakan aliran uang usaha dan pribadi, mampu membuat neraca, mampu menyusun laporan penjualan, biaya, dan profit, serta mampu mengelola keuntungan untuk menambah modal usaha (misalnya membeli bahan baku bambu, mengganti peralatan seperti gergaji, pisau, blakas yang telah aus atau habis umur ekonomisnya. Implikasi pengabdian ini, merangsang potensi perkembangan usaha bambu multi-fungsi untuk kinerja berkelanjutan.
Copyrights © 2025