Kopra konvensional biasanya daging buah kelapa diolah dengan dijemur atau digarang untuk menurunkan kadar air dan menghambat pertumbuhan mikroba. Serangan mikroba ini mengakibatkan penurunan kualitas kopra. Perlakuan asap cair pada produksi kopra diharapkan sebagai zat antimikroba alternatif yang aman, karena kandungan senyawa fenol dan asam organik di dalamnya. Tujuan penelitian ini adalah menentukan kombinasi perlakuan konsentrasi asap cair tempurung kelapa dan waktu perendamannya yang paling baik terhadap kualitas kopra putih. Percobaan untuk menguji sepuluh kombinasi perlakuan antara konsentrasi asap cair 10, 15, dan 20% dan waktu perendamannya 5, 10, dan 20 menit dan satu perlakuan kontrol, yang masing-masing dilakukan tiga ulangan, yang disusun dalam Rancangan Acak Lengkap. Data pengamatan respons percobaan dianalisis statistik dengan Anova dan Uji Duncan pada taraf 5%. Hasil peneltian menunjukkan bahwa, perlakuan kombinasi konsentrasi dan lama peredaman berpengaruh terhadap parameter dari bebas fungi, keutuhan, warna, rendemen minyak kopra, dan kadar asam lemak bebas pada minyak kopra. Kombinasi perlakuan konsentrasi asap cair 10% dan waktu perendaman 10 menit memberi efek antimikroba yang optimum, sehingga menghasilkan kualitas kopra yang terbaik.
Copyrights © 2025