Cabai rawit merupakan cabai yang permintaannya selalu meningkat walaupun produksinya berfluktuasi karena antraknosa. Pengendalian secara kimiawi dapat menyebabkan resistensi patogen serta menimbulkan berpengaruh negatif terhadap lingkungan. Upaya alternatif mengatasi antraknosa yaitu dengan penggunaan ekstrak kunyit dan Trichoderma sp. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi ekstrak kunyit dan Trichoderma sp. dalam melindungi tanaman dari keterjadian penyakit antraknosa serta efek bagi pertumbuhan dan produksi cabai rawit. Penelitian disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan pola faktorial (4x2). Faktor pertama konsentrasi ekstrak kunyit (K), yaitu tanpa ekstrak kunyit (K0), ekstrak kunyit 2,5% (K1), ekstrak kunyit 5% (K2), dan ekstrak kunyit 7,5% (K3). Faktor kedua pemberian isolat Trichoderma sp. (T), yaitu tanpa Trichoderma sp. (T0), dan dengan Trichoderma sp. kerapatan konidia 106 sel/ml. (T1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi ekstrak kunyit dan Trichoderma sp. memiliki kemampuan dalam mengurangi keterjadian penyakit antraknosa dan meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah bunga, serta jumlah buah tanaman cabai rawit. Aplikasi ekstrak kunyit berpengaruh meningkatkan bobot per buah cabai rawit .
Copyrights © 2025