Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam yang memiliki peran penting dalam mencetak generasi muda yang berkarakter dan berpengetahuan. Selain sebagai lembaga pendidikan, pesantren juga berfungsi sebagai institusi sosial yang mengelola berbagai sumber daya, termasuk dana operasional dan pembiayaan santri. Salah satu tantangan yang dihadapi banyak pesantren di Indonesia adalah pengelolaan keuangan yang masih dilakukan secara manual. Metode pencatatan konvensional ini rentan menimbulkan sejumlah permasalahan, seperti kesalahan input, keterlambatan pelaporan, kesulitan penyusunan laporan bulanan, serta rendahnya tingkat transparansi dan akuntabilitas. Permasalahan ini juga ditemui di Pondok Pesantren MBS Prof. Hamka Kota Madiun, yang kemudian menjadi mitra dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini.Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan solusi berupa aplikasi pencatatan keuangan sederhana yang dapat digunakan untuk mencatat pemasukan dan pengeluaran santri. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi kebutuhan, instalasi aplikasi, pelatihan penggunaan bagi pengelola pondok, pendampingan implementasi dalam kegiatan harian, serta evaluasi efektivitas penggunaan sistem. Pendekatan yang digunakan bersifat edukatif, sehingga tidak hanya sekadar memberikan perangkat lunak, tetapi juga membekali mitra dengan pemahaman dan keterampilan baru. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan aplikasi mampu meningkatkan efisiensi dan akurasi pencatatan, mempersingkat waktu penyusunan laporan, serta mendukung transparansi keuangan pondok. Respon peserta sangat positif, meskipun masih terdapat kendala seperti keterbatasan perangkat dan perlunya penyesuaian fitur sesuai kebutuhan lokal. Secara keseluruhan, program ini memberikan dampak nyata dalam peningkatan tata kelola keuangan pesantren dan membuka peluang pengembangan lebih lanjut di lembaga serupa.
Copyrights © 2025