Meningkatnya pertumbuhan penduduk di perkotaan di Indonesia secara tidak langsung meningkatkan produksi sampah kota (MSW). Limbah padat kota didefinisikan sebagai limbah yang dikumpulkan oleh pemerintah kota atau dibuang di tempat pembuangan limbah kota dan mencakup limbah perumahan, industri, institusi, komersial, kota, serta konstruksi dan pembongkaran. Pengelolaan sampah kota dapat menggantikan bahan bakar fosil yang tidak terbarukan melalui proses konvensional dan non-konvensional. Tulisan ini menggunakan metode tinjauan literatur. Kriteria artikel yang dijadikan sumber primer adalah artikel berjenis penelitian asli. Tujuan dilakukannya proses kajian pustaka ini adalah untuk memberikan informasi mengenai pengolahan dan pemanfaatan sampah sesuai dengan kondisi daerah masing-masing sehingga dapat dijadikan rujukan atau rujukan dalam menjadikan sampah sebagai sumber energi sehingga dapat melindungi dan merawat. untuk lingkungan. Teknologi konvensional seperti pengomposan, pencernaan anaerobik, dan proses pembakaran menyajikan langkah-langkah utama dalam pengolahan sampah menjadi energi. Teknologi non-konvensional dibahas secara rinci untuk sampah anorganik, seperti pirolisis, gasifikasi, dan oksidasi basah. Pirolisis dapat mengubah 80-84% sampah kota menjadi syngas dan biochar
Copyrights © 2025