Kebutuhan bahan bakar menjadi hal yang penting pada zaman sekarang ini. Salah satu alternatif dari sumber daya alam terbarukan adalah bioetanol. Bioetanol dihasilkan melalui proses fermentasi yang menggunakan bahan baku dari tanaman atau biomassa. Bioetanol (C2H5OH) adalah senyawa yang didapatkan dari rekayasa biomassa tanaman yang mengandung glukosa, pati, dan selulosa . Tebu komoditas perkebunan yang penting dalam pengembangan sub sektor perkebunan. Ketersediaan bahan baku berdasarkan data yang diperoleh menunjukkan bahwa Provinsi Lampung pada tahun 2022 produksi tebu mencapai 10.4031. Proses konversi bahan lignuselulosa menjadi etanol terdiri dari beberapa tahap. Proses skarifikasi dikatalisis oleh enzim Amilase untuk menghidrolisis pati dan enzim Selulase. Hasil kadar etanol tertinggi terdapat pada kulit singkong dengan presentase kadar etanol sebesar 68,05%. Setiap hektar lahan tebu dapat menghasilkan 10-15 ton tetes tebu atau 766-1150 liter etanol. Potensi ampas tebu sabagai bahan baku bioetanol di Provinsi Lampung sangat menjanjikan. Penggunaan energi di provinsi lampung khususnya bahan bakar minyak seperti bensin pada tahun 2022 mencapai 431.411.764 liter. Produksi bioetanol yang dihasilkan masih sangat kecil hanya sekitar 0,98% dari total kebutuhan energi di provinsi lampung. Hal ini menunjukkan bahwa diperlukan pengembangan lebih lanjut guna meningkatkan kapasitas produksi bioetanol dari ampas tebu agar memenuhi kebutuhan energi di Provinsi Lampung
Copyrights © 2025