Kemampuan seseorang untuk memahami dan mengelola keuangan mereka dengan baik dikenal sebagai liretasi keuangan. Masyarakat diarahkan untuk bisa mengelola pendapatan agar tidak terjadi ketimpangan anatara kebutuhan dan keinginan. Jika seseorang memiliki pengelolaan keuangan yang baik maka akan mengurangi kesalahan dalam memilih dan memilah pos uang yang akan keluar. Pemasalahan utama yang dihadapi oleh masyarakat saat ini yaitu rendahnya literasi keuangan, khususnya dalam memahami risiko penggunaan pinjaman online (pinjol) yang semakin marak dan mudah di akses. Permasalahan inilah yang yang melatarbelakangi pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat (PKM) dengan fokus pada peningkatan literasi keuangan untuk membekali masyarakat lebih bijak dalam mengelola keuangan dan mampu menghindari bahaya pinjaman online. Metode yang digunakan yaitu menggunakan metode seminar yang menggunakan pendekatan edukasi partisipasi melalui penyuluhan, diskusi interaktif, studi kasus dan simulasi pengelolaan anggaran rumah tangga. Materi yang disampaikan meliputi dasar literasi keuangan, strategi perencanaan keuangan, identifikasi ciri-ciri pinjaman online illegal. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat terkait pengelolaan keuangan dan kewaspadaan terhadap pinjaman online. Simpulan dari kegiatan seminar ini menegaskan bahwa peningkatan literasi keuangan berperan penting dalam melindungi masyarakat dari jeratan pinjaman online.
Copyrights © 2026