Hilirisasi kakao di Desa Antutan masih terbatas akibat rendahnya mutu produk coklat yang dihasilkan oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Mawar. Kendala utama meliputi ketidaktersediaan teknologi ekstraksi lemak kakao, penggunaan bahan pengganti lemak yang kurang stabil, serta belum diterapkannya proses tempering, sehingga produk coklat mudah meleleh dan kurang menarik secara visual maupun sensoris. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan mutu dan keberagaman produk coklat melalui penerapan teknologi tepat guna dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Metode yang digunakan meliputi survei dan identifikasi masalah, sosialisasi, pelatihan teknis, demonstrasi dan praktik penggunaan mesin press biji kakao serta alat tempering, dan pendampingan berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan dan keterampilan peserta sebesar 55%, kemampuan KWT Mawar dalam memproduksi lemak kakao secara mandiri dengan rendemen hingga 40%, serta peningkatan jumlah produk dari tiga menjadi enam jenis. Penerapan teknologi ini berdampak positif terhadap stabilitas fisik, penampilan, sensoris dan daya simpan produk coklat, sekaligus memperkuat peran KWT dalam pengembangan produk unggulan desa berbasis kakao.
Copyrights © 2026