Pelaku dalam industri rantai pasok minyak sawit meliputi petani, pedagang, pabrik minyak sawit mentah (CPO), pabrik minyak goreng, distributor, dan konsumen. Di Kota Dumai Pabrik Refinery mengubah CPO menjadi produk turunan baik minyak goreng maupun oleochemical yang dijual kepada konsumen akhir. Terdapat risiko terkait konsistensi kualitas produk, fluktuasi harga, dan kelangsungan rantai pasok. Studi ini memiliki dua tujuan yaitu mengembangkan model untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengurutkan risiko, Serta mengembangkan model untuk mengidentifikasi dan mengurutkan strategi dalam meningkatkan nilai tambah. Data untuk studi ini diperoleh melalui wawancara langsung dan kuesioner. Responden dipilih dari para ahli dan pelaku industri. Data diproses menggunakan model Fuzzy Analytic Hierarchy Process (FAHP). Model FAHP pertama menunjukkan beberapa risiko terpenting adalah kelangsungan rantai pasok dan kualitas produk. Model FAHP kedua menunjukkan bahwa strategi yang direkomendasikan untuk meningkatkan nilai tambah para pelaku adalah peningkatan atau pengembangan kluster industri CPO di Kota Dumai.
Copyrights © 2025