Perkembangan media sosial telah mendorong lembaga pemerintah untuk menjadi lebih transparan dalam menyebarkan informasi publik secara cepat, luas, dan interaktif. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Sukabumi memanfaatkan Instagram sebagai salah satu strategi komunikasi publiknya untuk memastikan warga dapat mengakses informasi dengan mudah dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana Diskominfo Kota Sukabumi memanfaatkan Instagram dan mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam mengoptimalkan media sosial sebagai sarana penyebaran informasi publik. Metode penelitian meliputi observasi partisipatif, wawancara, dan dokumentasi. Kerangka teoritis yang digunakan adalah Teori Media Baru karya Pierre Levy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akun Instagram memiliki beberapa fungsi penting, yaitu sebagai media penyebaran informasi publik dan literasi digital, saluran interaksi dan layanan publik, platform publikasi kreatif bagi pemerintah, serta alat untuk memantau dan mengevaluasi keterlibatan pengguna. Tantangan utama yang diidentifikasi meliputi keterbatasan sumber daya manusia dan anggaran, kesulitan dalam memilih dan memverifikasi konten yang akurat, serta rendahnya keterlibatan publik. Untuk mengatasi masalah ini, beberapa strategi diusulkan, termasuk mengoptimalkan distribusi tugas dan kolaborasi, menerapkan sistem verifikasi berlapis, serta mengembangkan konten yang lebih kreatif dan interaktif untuk meningkatkan partisipasi warga.Kata Kunci: Diskominfo, Instagram, Komunikasi Publik, Media Baru, Transparansi Informasi
Copyrights © 2025