Ulkus kaki diabetik (UKD) adalah komplikasi vaskular kronis dari diabetes melitus, yang umumnya berkaitan dengan gangguan penyembuhan luka akibat hiperglikemia persisten dan stres oksidatif, yang menekan angiogenesis dan menurunkan regulasi faktor pertumbuhan seperti VEGF dan TGF-?. Plasma Atmosfer Dingin (CAP) adalah modalitas terapi non-termal yang telah menunjukkan efek menjanjikan dalam meningkatkan penyembuhan luka melalui stimulasi angiogenesis, modulasi respons imun, dan aktivitas antimikroba. Tinjauan sistematis dan meta-analisis ini bertujuan untuk mengevaluasi efikasi dan keamanan klinis CAP dibandingkan dengan plasebo dalam penatalaksanaan luka kronis pada pasien diabetes. Metode: Pencarian literatur dilakukan di seluruh basis data PubMed, Cochrane, Scopus, dan ScienceDirect yang mencakup 10 tahun terakhir. Studi yang memenuhi syarat adalah uji coba terkontrol acak (RCT) yang mengevaluasi efek CAP pada ulkus kaki diabetik dengan luaran ukuran luka kuantitatif. Studi non-klinis dan studi yang tidak memiliki kelompok kontrol atau data primer dikecualikan. Tiga studi memenuhi kriteria inklusi, dengan total 133 partisipan. Pembahasan: Meta-analisis menunjukkan penurunan ukuran luka yang signifikan secara statistik pada kelompok CAP dibandingkan dengan kontrol (SMD = -0,59; 95% CI: -0,94 hingga -0,24; p = 0,001; I² = 20%). CAP menunjukkan ukuran efek yang moderat, konsistensi antar-studi yang baik, dan tidak ada efek samping serius. CAP meningkatkan ekspresi VEGF, FGF, dan sitokin pro-penyembuhan sekaligus mendorong re-epitelisasi. Simpulan: Secara klinis, CAP dapat menawarkan terapi tambahan yang aman, toleran, dan berpotensi hemat biaya untuk luka diabetes kronis, terutama di lingkungan dengan sumber daya terbatas. Temuan ini mendukung eksplorasi lebih lanjut CAP sebagai strategi manajemen luka baru dalam perawatan diabetes
Copyrights © 2025