Pendahuluan: Pengembangan wisata medis merupakan salah satu strategi yang menjanjikan dalam mendorong transformasi sektor kesehatan dan pariwisata di kawasan Asia Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor determinan dalam pengembangan wisata medis di Bali melalui pendekatan komparatif dengan Penang, Malaysia yang sudah berhasil membangun ekosistem wisata medis terintegrasi. Metode: Studi ini menggunakan metode tinjauan literatur sistematis dengan pendekatan SPICE, melibatkan 12 artikel utama yang dipublikasikan antara tahun 2021–2025. Penelusuran dilakukan pada basis data PubMed Central, ScienceDirect, dan Google Scholar, dengan kriteria inklusi lokasi studi di Bali dan Penang serta topik relevan dengan wisata medis. Pembahasan: Hasil telaah menunjukkan bahwa Penang unggul dalam efektivitas kebijakan, kesiapan infrastruktur, kualitas layanan medis, dan strategi daya saing global. Sebaliknya, Bali memiliki potensi besar tetapi belum memiliki integrasi kebijakan, sistem infrastruktur yang merata, serta promosi dan standardisasi layanan yang konsisten. Elemen lokal seperti wellness dan spiritual health menjadi kekuatan Bali yang dapat dikembangkan secara strategis. Simpulan: Empat faktor utama yang perlu diperkuat di Bali adalah: kebijakan nasional terpadu, infrastruktur terintegrasi, kualitas layanan berbasis budaya yang tersertifikasi global, serta branding destinasi yang kuat dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025