Pendahuluan: Penelitian mengenai perbandingan pola resistensi Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) antara isolat yang diperoleh dari lingkungan rumah sakit (HA-MRSA) dan komunitas (CA-MRSA) penting mengingat tingginya beban penyakit dan variasi profil resistensi antartempat di Asia dan Indonesia. Kajian literatur ini bertujuan merangkum bukti mengenai perbedaan profil sensitivitas antibiotik antara HA-MRSA dan CA-MRSA di Indonesia serta implikasinya terhadap pilihan terapi empiris dan strategi kebijakan penggunaan antibiotik. Metode: Tinjauan pustaka ini dilakukan dengan strategi pencarian terstruktur pada mesin pencari akademik Google Scholar. Pencarian dilaksanakan untuk artikel yang dipublikasikan dalam lima tahun terakhir. Kata kunci digunakan secara kombinasi untuk mempersempit dan menargetkan literatur yang relevan, antara lain: "Methicillin-resistant Staphylococcus aureus", "HA-MRSA", "CA-MRSA", "resistensi antibiotik" dan "Indonesia" Pembahasan: HA-MRSA umumnya mempertahankan sensitivitas tinggi terhadap antibiotik lini cadangan seperti vancomycin, linezolid, dan tigecycline meskipun terdapat laporan resistensi sporadis terhadap vancomycin. Sebaliknya, CA-MRSA menunjukkan resistensi masif terhadap golongan ?-laktam dan proporsi multiresistensi yang signifikan, Mekanisme biologis seperti pembentukan biofilm dan tekanan selektif berbeda antarlingkungan berkontribusi pada perbedaan pola ini. Simpulan: HA-MRSA cenderung mempertahankan sensitivitas terhadap antibiotik lini “cadangan” (vancomycin, linezolid, tigecycline) sedangkan CA-MRSA menunjukkan resistensi mendalam pada golongan ?-laktam dan multiresistensi terhadap berbagai kelas antibiotik.
Copyrights © 2025