Pendahuluan: Anemia masih menjadi masalah gizi utama pada remaja putri. Pemerintah telah melakukan pencegahan melalui program pemberian Tablet Tambah Darah (TTD), namun kepatuhan konsumsi masih rendah. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan sikap dengan kepatuhan konsumsi TTD pada siswi SMA Negeri 1 Lembar yang berada di area pesisir Metode: Penelitian observasional analitik dengan desain potong lintang melibatkan 70 siswi yang dipilih melalui consecutive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji Chi-Square. Hasil: Sebagian besar responden memiliki sikap positif terhadap TTD (95,71%), namun kepatuhan konsumsi hanya 32,9%. Analisis statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara sikap dan kepatuhan (p=0,986). Pembahasan: Hasil ini menunjukkan adanya kesenjangan antara sikap dan perilaku nyata. Menurut teori tingkatan sikap, positifnya sikap responden kemungkinan masih pada tahap menerima informasi, belum mencapai internalisasi yang mendorong tindakan nyata. Hal ini menunjukkan bahwa sikap positif belum cukup kuat untuk memengaruhi kepatuhan konsumsi. Kesimpulan: Remaja putri memiliki sikap positif terhadap anemia dan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD), namun kepatuhan masih rendah sehingga belum tercermin dalam perilaku nyata. Kepatuhan dipengaruhi faktor di luar sikap, sehingga dibutuhkan intervensi komprehensif untuk meningkatkan konsumsi TTD secara berkelanjutan.
Copyrights © 2025