Pendahuluan: Glaukoma tidak hanya mempengaruhi fungsi lapang pandang tetapi kualitas hidup seseorang. Fungsi lapang pandang yang menurun mengakibatkan penurunan kualitas hidup. Target utama terapi dan pembedahan glaukoma adalah untuk mempertahankan bidang visual dan ketajaman visual, dan mempertahankan kualitas hidup serta kemandirian pasien. Maka dibutuhkan penilaian kualitas hidup penderita glaukoma baik yang sudah dan belum trabeculectomy. Metode: Diikuti oleh 54 pasien glaukoma primer tertutup atau terbuka disalah satu mata atau keduanya baik yang sudah atau belum trabeculectomy. Diambil dari data rekam medik menggunakan desain analitik cross sectional dengan teknik purposive sampling. Pasien memiliki hasil perimetri standard 24-2, dilakukan wawancara menggunakan NEI VFQ-25 versi Bahasa Indonesia. Hasil: Skoring kualitas hidup sudah trabeculectomy sedikit tinggi di beberapa susbkala. Skoring rerata pasien sudah trabeculectomy memiliki nilai yang lebih rendah. Korelasi sedang didapatkan antara VFI mata yang buruk untuk pasien belum trabeculectomy pada subskala : kesehatan umum, penglihatan umum, penglihatan jauh, fungsi sosial, kesehatan mental, penglihatan perifer dan skor rerata pasien (p<0.05). Pembahasan: Didapatkan skoring pasien yang menjalani terapi lebih tinggi dimana pasien yang menjalani keduanya memiliki skoring yang lebih rendah. Simpulan: Terdapat perbedaan skoring dan korelasi kualitas hidup penderita glaukoma baik yang sudah atau belum trabeculectomy dengan VFI mata yang buruk.
Copyrights © 2025