Abstrak Pendahuluan: Diabetes melitus tipe 2 (DMT2) merupakan gangguan metabolic kronik yang ditandai oleh resistensi insulin dan hiperglikemi. Kondisi ini sering diikuti dengan menigkatnya kadar trigliserida yang dapat memicu peroses inflamasi sistemik. neutrophil lymphocyte ratio (NLR) merupakan salah satu biomarker inflamasi yang dapat mencerminkan Tingkat peradangan pada DMT2. Peran trigliserida dengan NLR dalam proses inflamasi dan komplikasi sehingga dibuat penelitian ini dengan tujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan kadar trigliserda dengan neutrophil lymphocyte ratio pada pasien diabates melitus tipe 2. Metode: Desain penelitian menggunakan pendekatan deskriptif cross-sectional Dengan Pendekatan Menggunakan Research Method (Kunjungan Rumah Sakit). Data yang digunakan merupakan data sekunder dari rekam medis pasien. Hasil: Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan pada kadar trigliserida dengan neutrophil lymphocyte ratio (NLR) pada pasien diabetes melitus tipe 2. Semakin tinggi kadar trigliserida akan semakin tinggi nilai NLR. Pembahasan: Temuan ini memiliki Implikasi penting bagi penatalaksanaan pasien diabetes melitus tipe 2. Kadar trigliserida dan neutrophil lymphocyte ratio dapat dijadikan sebagai indikator untuk memantau risiko komplikasi kardiometabolik. Simpulan: Semakin tinggi kadar trigliserida maka semakin tinggi pula nilai NLR, sehingga hipertrigliseridemia berpotensi memperburuk inflamasi sistemik pada diabetes melitus tipe 2.
Copyrights © 2025