Pendahuluan:Tinea versicolor (panu) memiliki prevalensi tinggi di pondok pesantren (51,6%-71,1%), yang erat kaitannya dengan higenitas perorangan dan rendahnya pengetahuan. Dibutuhkan metode promosi kesehatan yang efektif. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas metode Focus Group Discussion (FGD) dalam meningkatkan pengetahuan santri tentang pencegahan tinea versicolor. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental (satu kelompok pre-test post-test). Sampel adalah 26 santri jenjang SMA di Pondok Pesantren X, Bandar Lampung, yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi. Instrumen kuesioner teruji validitas (Pearson 0,382-0,767) dan reliabilitasnya (Cronbach's Alpha 0,817). Data dianalisis univariat dan bivariat menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil: Terdapat peningkatan pengetahuan yang signifikan. Sebelum intervensi, 80% (n=21) santri memiliki pengetahuan 'Cukup Baik'. Setelah intervensi FGD, 100% (n=26) santri mencapai kategori pengetahuan 'Baik'. Hasil Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan yang sangat signifikan secara statistik (p < 0,001). Pembahasan: Efektivitas ini menunjukkan FGD adalah metode yang tepat untuk meningkatkan pengetahuan santri terkait Tinea versicolor . Sifat interaktif dan partisipatif dari metode ini memungkinkan peserta untuk bertukar pengalaman dan menganalisis informasi secara kritis, yang berkontribusi pada pemahaman yang lebih komprehensif. Simpulan: Metode Focus group discussion (FGD) secara signifikan efektif dalam meningkatkan pengetahuan santri tentang pencegahan tinea versicolor.
Copyrights © 2026