Sektor transportasi dan logistik memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus mencerminkan efisiensi rantai pasok. Meskipun kinerja sektor ini menunjukkan tren positif, fenomena cost stickiness, yaitu ketidaksimetrisan biaya terhadap perubahan penjualan, berpotensi mempengaruhi profitabilitas perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh cost stickiness terhadap profitabilitas yang diukur menggunakan Return on Assets (ROA) pada perusahaan transportasi dan logistik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2020–2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan regresi data panel berbasis Common Effect Model (CEM), serta estimasi Cross-section Weighted EGLS (PCSE) untuk mengatasi heteroskedastisitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cost stickiness berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap ROA, yang mengindikasikan bahwa perilaku biaya yang melekat tidak secara langsung mempengaruhi kemampuan perusahaan menghasilkan laba, meskipun terdapat variasi biaya operasional yang cukup besar antar perusahaan. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis terhadap literatur akuntansi manajemen mengenai perilaku biaya asimetris dan memberikan implikasi praktis bagi manajemen dalam merumuskan strategi efisiensi biaya yang adaptif terhadap fluktuasi permintaan dan kebijakan energi.
Copyrights © 2025