Job Order Costing (JOC) merupakan metode penentuan biaya produksi yang digunakan untuk menghitung harga pokok berdasarkan pesanan secara spesifik. Artikel ini bertujuan mengkaji konsep Job Order Costing dalam era digital serta menganalisis tantangan implementasinya berdasarkan tinjauan berbagai penelitian terdahulu. Hasil kajian menunjukkan bahwa JOC sangat relevan diterapkan pada perusahaan dengan karakteristik produksi berbasis pesanan atau produk tidak standar, seperti digital printing, konveksi, manufaktur komponen, sablon, dan industri meubel. Penerapan JOC memungkinkan pencatatan biaya bahan baku langsung, tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik secara lebih rinci sehingga menghasilkan perhitungan harga pokok produksi (HPP) yang lebih akurat. Perkembangan teknologi informasi, khususnya sistem berbasis web, terbukti meningkatkan efektivitas JOC melalui otomatisasi perhitungan, pengurangan kesalahan input, integrasi data biaya, serta penyediaan laporan yang cepat dan informatif. Namun demikian, berbagai penelitian juga menemukan bahwa banyak perusahaan belum menerapkan JOC secara optimal, terutama dalam pengklasifikasian dan pengalokasian biaya overhead seperti penyusutan mesin, listrik produksi, dan biaya pemeliharaan. Ketidaklengkapan pencatatan biaya tersebut menyebabkan HPP yang dihasilkan lebih rendah dari biaya produksi sebenarnya dan berdampak pada ketidaktepatan penetapan harga jual serta laba perusahaan. Secara keseluruhan, kajian ini menegaskan bahwa digitalisasi Job Order Costing mampu meningkatkan akurasi perhitungan biaya, memperkuat pengendalian biaya, dan mendukung pengambilan keputusan manajerial, namun keberhasilannya sangat bergantung pada kesiapan teknologi dan kompetensi sumber daya manusia.
Copyrights © 2025