Penelitian ini menelaah pengalaman dan latar belakang sosial budaya penonton era digital dalam meresepsi film adaptasi. Melalui konsep resepsi Livingstone dan Das, peneliti mewawancarai enam informan untuk melihat kecenderungan mereka dalam menerima, kreatif, atau mengkritisi film Dilan 1990 dan Dilan 1991. Temuan menunjukkan bahwa menonton film adaptasi merupakan bagian dari ekstensi (perpanjangan) pengalaman mengonsumsi cerita. Makin rendah ekspektasi dan kedekatan penonton dengan cerita, makin mudah mereka menerima plot. Sebaliknya, ekspektasi dan keterikatan yang tinggi membuat penonton lebih kritis dan kreatif dalam memaknai cerita adaptasi. Penonton memiliki determinisme sosial terhadap media digital, tetapi tidak secara langsung mengubah cara mereka memaknai cerita.
Copyrights © 2025