Proses pengecoran manual masih digunakan secara luas dalam produksi ingot timah di Unit Metalurgi PT Timah Tbk. Meskipun metode ini memiliki fleksibilitas tinggi, variasi operasional yang terjadi pada tahap pencairan, penuangan, dan pembekuan sering mempengaruhi kualitas produk dan memicu timbulnya cacat fisik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis cacat fisik yang muncul pada ingot timah, mengidentifikasi faktor penyebabnya, serta mengevaluasi efektivitas parameter proses yang berlangsung pada kettle 7 dan kettle 8. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif melalui pengamatan langsung pada proses casting, pencatatan temperatur logam cair pada berbagai putaran penuangan, serta pendataan jumlah cacat fisik dan afkir produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cacat fisik dipengaruhi oleh ketidakstabilan temperatur kettle, getaran akibat proses stering, variasi kondisi meja cetak, dan faktor manusia. Persentase cacat di lapangan berada pada kisaran 0,96–4,47%, dengan batch 19.B.998 dan 19.B.1017 memiliki cacat tertinggi. Inkonsistensi antara afkir lapangan dan afkir gudang turut mengindikasikan perbedaan standar inspeksi. Temuan ini menegaskan pentingnya pengendalian temperatur, stabilitas mekanik, serta peningkatan prosedur kerja operator guna meminimalkan cacat fisik dan menjaga konsistensi mutu ingot timah.
Copyrights © 2025