Fenomena hibriditas agama dalam budaya Minahasa mencerminkan perjumpaan antara tradisi leluhur dan kekristenan yang tidak saling meniadakan, melainkan membentuk ekspresi iman baru yang kontekstual. Penelitian ini mengkaji praktik reges lewo, yaitu ritus pengusiran roh jahat yang masih dijalankan oleh sebagian masyarakat Minahasa di situs budaya Watu Pinawetengan di desa Pinabetengan, Sulawesi Utara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana simbol-simbol kekristenan seperti salib, Alkitab, dan doa-doa Kristen diintegrasikan ke dalam praktik ritual tradisional, serta bagaimana hal itu membentuk konstruksi teologi lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui 3 teknik pengumpulan data, yakni observasi non-partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan studi dokumentasi yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas secara sadar menyerap unsur kekristenan tanpa menghapus kepercayaan leluhur Minahasa, sehingga tercipta spiritualitas yang khas. Kesimpulannya, reges lewo merupakan bentuk nyata dari hibriditas agama yang menumbuhkan iman Kristen yang kontekstual, dinamis, dan berakar pada nilai-nilai budaya Minahasa.
Copyrights © 2025