Air limbah yang berasal dari kegiatan rumah tangga yang dibuang ke sungai akan mengakibatkan kerusakan serius pada badan air seperti mengendapnya polutan, kurang optimalnya penetrasi cahaya matahari dan bahan organiknya mempengaruhi jumlah oksigen, sehingga menyebabkan terganggunya ekosistem perairan. Pengolahan limbah dapat dilakukan secara biologis dengan memanfaatkan tanaman yang dinamakan fitoremediasi. Pistia stratiotes dan Eichhornia crassipes dapat digunakan sebagai tanaman fitoremediator. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penyerapan limbah rumah tangga dengan menggunakan tanaman kayu apu dan eceng gondok. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor. Faktor pertama adalah perbedaan spesies (Ti1=Kayu apu dan T2 = Eceng gondok) dan kerapatan tanaman (K1= 3 individu, K2 = 6 individu, K3 = 9 individu/?). Parameter kualitas air yang diamati adalah pH, salinitas, BOD, COD, DO, TSS dan ammonia. Penelitian dilakukan selama 21 hari dimana parameter pH dan salinitas diukur pada hari ke 0, hari ke 7, hari ke 14 dan hari ke 21. Sementara parameter BOD, COD, DO, TSS dan ammonia diuji pada hari ke 0 dan hari ke 21. Parameter-parameter tersebut akan diuji efisiensinya menggunakan rumus efiesiensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pistia stratiotes mampu menurunkan nilai BOD, COD pada kerapatan tertinggi yaitu 9 individu (K3). Efisiensi penurunan DO tertinggi dihasilkan oleh perlakuan Pistia pada kerapatan 3 individu (K1). Nilai efisiensi penurunan DO tertinggi pada Eichhornia crassipes ditemukan pada perlakuan kerapatan 6 individu (K2). Nilai efisiensi penurunan ammonia tertinggi ditemukan pada perlakuan kerapatan 3 individu (K1) baik pada Pistia stratiotes maupun Eichhornia crassipes.
Copyrights © 2025